Senin, 30 Maret 2020


Temu

Ini tentang kisahku,
Kisah sendu pecandu rindu
Meski pena dan kertas tak pernah bertemu
Tak ada goresan indah rentang sewindu
Hanya diam dan terpaku dalam belenggu
Sampai suatu waktu, aku bertemu
Dia yang sedang duduk seperti menunggu
Dengan tatap mata penuh sayu
Sangat kontras dengan setelan itu
Menolehlah ia padaku,
Senyum perlahan tumbuh dalam bisu
Merangkai indah prosa dalam kalbu
Serasa waktu terhenti dan membeku
Ku hanya diam berdiri terpaku
Melihat parasnya yang tampak merayu
Dalam sejenak kuhanya ingin bersamamu
Merajut kasih dan menua tanpa ragu
Kuharap rasa ini tak cepat berlalu



                                                                Wiguna,31 maret 2020

Tidak ada komentar:

Posting Komentar