Temu
Ini tentang
kisahku,
Kisah sendu
pecandu rindu
Meski pena
dan kertas tak pernah bertemu
Tak ada
goresan indah rentang sewindu
Hanya diam
dan terpaku dalam belenggu
Sampai suatu
waktu, aku bertemu
Dia yang
sedang duduk seperti menunggu
Dengan tatap
mata penuh sayu
Sangat
kontras dengan setelan itu
Menolehlah
ia padaku,
Senyum
perlahan tumbuh dalam bisu
Merangkai
indah prosa dalam kalbu
Serasa waktu
terhenti dan membeku
Ku hanya
diam berdiri terpaku
Melihat
parasnya yang tampak merayu
Dalam
sejenak kuhanya ingin bersamamu
Merajut
kasih dan menua tanpa ragu
Kuharap rasa
ini tak cepat berlalu
Wiguna,31
maret 2020
Tidak ada komentar:
Posting Komentar