Jumat, 20 September 2013

PARADIGMA ANTARA PERUBAHAN DAN TRADISI
TRADISI???Tradisi adalah sebuah kata yang sangat akrab terdengar dan terdapat di segala bidang. Tradisi menurut etimologi adalah kata yang mengacu pada adat atau kebiasaan yang turun temurun, atau peraturan yang dijalankan masyarakat.Secara langsung, bila adat atau tradisi disandingkan dengan stuktur masyarakat melahirkan makna kata kolot, kuno, murni tanpa pengaruh, atau sesuatu yang dipenuhi dengan sifat takliq.Tradisi merupakan sinonim dari kata budaya yang keduanya merupakan hasil karya. Tradisi adalah hasil karya masyarakat, begitupun dengan budaya. Keduanya saling mempengaruhi. Kedua kata ini merupakan personafikasi dari sebuah makna hukum tidak tertulis, dan hukum tak tertulis ini menjadi patokan norma dalam masyarakat yang dianggap baik dan benar.b3d8ab6d7fa2cca51ba2600622c8a5e5_kmbng-api
dan apakah hal tersebut dapat dikatakan sebuah tradisi yang memang harus ada dan harus dilaksanakan setiap malam takbiran? itu pertanyaan yang memang keluar dalam pikiranku sampai detik ini . terkadang aku merasa miris sekali dengan hal-hal tersebut dimana tradisi yang dirasa memang sudah menyimpang jauh tidak sesuai dengan kondisi saat ini. apakah harus tetap dipertahankan?? jika melihat dari maksut menyalakan petasan dan kembang api dan arak-arakan keliling untuk menunjukan rasa cinta terhadap SANG ILAHI kenapa sampai berlebiihan dan tidak sesuai aturanparadigma tersebut sangat lah pas dan sesuai dengan kenyataan tentang makna tradisi yang mana menimbulkan sebuah pertanyaan antara melakukan perubahan ataupun mempertahankan sebuah ttradisi???entah pertanyaan itu yang membuat saya bingung melihat kenyataan yang memang jelas terpampang didepan mata saya mengenai sebuah tradisi dimana tradisi tersebut adalah suatu karya yang sudah biasa dilakukan sehingga menimbulkan kesan harus dilakukan berlanjut dan turun-temurun. banyak sekali permasalahan anatara mempertahankan tradisi atau melangkah untuk sesuatu yang baru yang tidak pernah dilakukan atau dapat dikatakan berfikir diluar kebiasaan kita.untuk masalah tradisi dan sebuah perubahan saya sangat menyoroti sekali masalah malam idul fitri atau biasa yang disebut malam takbiran . dimana pada malam tersebut semua warga muslim bersuka cita untuk menyambut datangnya hari kemenangan setelah selama 30 hari berpuasa. dan perayaan tersebut diiringi dengan lantunan takbir yang berkumandang dari segala ppenjuru daerah , entah itu dari masjid, rumah atau bahkan stasiun televisi ataupun stasiun radio. tapi kemeriahantersebut tidak pernah luput dari hal yang namanya sebuah arak-arakan keliling kampung atau kota untuk membacakan takbir sehingga menciptakkan suasana yang sangan ramai dan terlihat bersemangat sekali dengan diiringi oleh suara khas dari petasan dan kembang api sebagai penghias langit pada malam tersebut. tapi bukankah anatara berkumandangnyya takbir yang menyerukan KEAGUNGAN ALLAH SWT, itu pantas dengan diiringi sebuah kericuhan atau kereasahan yang dirasakan sebagian orang mengenai arak-arakan yang terkadang membuat macet jalanan dan suara petasan yang memekikkan telinga dan membuat jantung kita berdetak kencang??01689312ead429a2ea427ab7d2915b77_kmbngcbd24e9db96c4a8b917f88ae18c0593a_pwai-tkbrn pada layaknya?5d49fa9e0d428980b22cf2c247be3c4c_pawaikita sebagai manusia yang bersifat dinamis seharusnya dapat berfikir mana yang memang dirasa cocok untuk dipertahankan dan mana yang memang cocok untuk dibenahi atau dirubah, serta dapat merealisasikan pemikiran tersebut. sehingga tidak terkesan hidup itu stagnan seperti itu-itu saja dari masa ke masa.
jadi setidaknya saya bangga dengan antusias dan rasa syukur kita semua terhadap datangnya hari kemenangan dan hari yang suci yaitu hari raya idul fitri dengan mengumandangkan dengan lantang takbir , tetapi saya tidak bangga sama sekali bahkan kecewa dengan tradisi pawai atau arak-arakan dan menyalakan petasan dan kembang api yang meresahkan sebagian orang.kita sebagai manusia yang bersifat dinamis seharusnya dapat berfikir mana yang memang dirasa cocok untuk dipertahankan dan mana yang memang cocok untuk dibenahi atau dirubah, serta dapat merealisasikan pemikiran tersebut. sehingga tidak terkesan hidup itu stagnan seperti itu-itu saja dari masa ke masa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar