Selasa, 05 November 2013

MELIHAT DENGAN TELINGA

&
MENDENGAR DENGAN MATA



         Entah apa yang sekilas terpikirkan olehku untuk menulis tentang ini, tetapi yang memang benar-benar disoroti dalam kehidupan seorang yang merasakan sesuatu yang dirasa salah dan ingin sekali untuk membenarkan , tetapi ia bingung dari mana harus membenarkan kesalahan tersebut.  

        Sebelum menuju ke dalam pembenaran sesuatu yang dirasakan salah. sebelumnya kita juga harus melihat kesalahan yang dirasakan itu dari beberapa sudut pandang sehingga dapat kita ambil kesimpulan bahwa hal tersebut memang layak dikatakan salah . tetapi yang membuat bingung adalah dari sebagian orang beranggapan bahwa hal tersebut masih dikatakan wajar atau benar, berbeda dengan apa yang kita rasakan dengan melihat hal tersebut dari beberapa sudut pandang sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa memang hal tersebut adalah salah dan memang diperlukan suatu pembenaran.disinilah inti permasalahan yang membuat kita bingung untuk meluruskan atau membenarkan sesuatu yang kita nilai salah tetapi orang lain menilai hal tersebut masih wajar-wajar saja. 

       sebenarnya jika dilihat dari beberapa sudut pandang sebuah perbedaan persepsi orang satu dan orang lain itu tentu tidak ada yang salah . tapi yang membuat sebuah perdebatan antara benar ataupun salah selain sudut pandang melihatnya masih terdapat satu hal menurutku yang dapat menentukan segala pola berfikir seseorang dan sudut pandang mana yang diambil seseorang untuk menilai sesuatu hal yaitu sebuah " KEPEKAAN" dimana kepekaan ini memang berpengaruh terhadap semua yang akan kita lakukan .. 


       "melihat dengan telinga , mendengar dengan mata , berbicara dengan hati , merasa dengan tindakan, bertindak dengan pikiran."


#KuroKuro
      
        

Sabtu, 26 Oktober 2013

Pelajaran dari alam

kuro-kuro

Entah dari mana ketika temen-temen mendengar kata “kura-kura”, yang terlintas di pikiran temen-temen pastilah seekor hewan reptilia amfibi yang memiliki tulang di luar tubuh berbentuk cangkang yang sangat keras di punggungnya.
Tetapi tahu kah temen-temen ada  hal menarik mengenai kura-kura yang dapat kita jadikan sebagai pembelajaran bagi hidup kita, apakah itu??
Pernahkan temen-temen melihat kura-kura ketika berjalan? Apakah kura-kura pernah berjalan mundur?. Ketika kura-kura berjalan, ia selalu berjalan lurus ke depan. Kalaupun terdapat halangan di depannya, ia tidak pernah berjalan mundur, ia pasti akan bergerak menyamping untuk mencari jalan lain agar ia tetap bisa mencapai tujuannya. Mungkin hal ini terdengar biasa saja. tetapi sebenarnya hal ini dapat kita jadikan pembelajaran bagi hidup kita.Ketika kita menjalani kehidupan,tentunya kita tidak pernah lepas dari sesuatu yang disebut 'MASALAH'. Bagi sebagian orang, masasalah di anggapnya sebagai sesuatu yang menakutkan, dan mereka cenderung untuk takut menghadapinya. Bahkan ketika tidak menemukan solusi untuk memecahkan masalah, kita langsung berputus asa dan frustasi. Teman, belajarlah dari seekor kura-kura, jangan berputus asa ketika kau tidak bisa menemukan solusi dari permasalahan yang sedang di hadapi,pasti ada jalan keluar untuk setiap permasalahan. Selama kita mau berusaha dan fokus mencapai tujuan,pasti selalu ada jalan untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Kemudian, kura-kura selalu membawa cangkangnya kemanapun ia pergi. Ia tidak perduli seberapa berat beban (cangkang) yang ia bawa,ia akan terus berjalan, tanpa pernah lelah dan mengeluh. Bahkan sekalipun ia mendaki gunung yang tinggi, ataupun mengarungi lautan yang luas, ia tidak pernah meninggalkan cangkangnya. Ibaratkan saja “cangkang” itu sebagai sebuah permasalahan yang sedang kita hadapi. Seberat apapun permasalahan yang kita alami, jangan pernah merasa lelah, mengeluh, atau bahkan meninggalkannya. 
Pembelajaran berikutnya yang bisa kita ambil dari seekor kura-kura adalah kura-kura sebagai hewan amfibi. kura-kura dapat hidup dimanapun ia berada, di air, ataupun di darat. Ia selalu bisa beradaptasi dengan lingkungannya. Hendaknya kita sebagai manusia juga harus bisa beradaptasi dengan lingkungan dimanapun kita berada.
Mungkin sebagai pembelajaran terakhir yang bisa kita ambil dari seekor kura-kura adalah mengenai cara berjalannya yang sangat lambat. Meskipun berjalan dengan sangat lambat, tetapi kura-kura selalu sampai ke tempat yang hendak di tujunya. Pelajaran yang dapat kita ambil adalah mengenai kesabaran dan sikap kehati-hatian. Untuk mencapai suatu tujuan, hendaknya kita harus melakukannya dengan hati-hati dan penuh kesabaran agar hasil yang di capai bisa optimal dan sesuai dengan harapan.
Sebenarnya masih banyak hal yang bisa kita ambil pelajarannya dari seekor kura-kura. Jika dari seekor kura-kura saja kita bisa mengambil begitu banyak pelajaran, bagaimana dengan hewan-hewan yang lainnya? atau mungkin tumbuhan?
Ya, alam selalu memberikan banyak pembelajaran bagi kita. Tuhan selalu menciptakan segala sesuatu dengan manfaatnya masing-masing. Kita di beri keistimewaan akal di bandingkan dengan mahluk ciptaan Tuhan yang lainnya agar kita sebagai manusia dapat mengambil hikmah dan pembelajaran tentang segala sesuatu yang ada di alam ini.Semoga ini dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran kita bersama, dan inilah yang membuat saya terobsesi sekali dengan hewan yang namanya kura-kura .. yaitu












belajarlah dari kura - kura, semakin keras dan berat bebannya, semakin kuat dia menahan pemangsanya.."
 
#KURO-KURO

Jumat, 20 September 2013

keluarga kecilku


Di setiap tempat baru kita pasti selalu menemukan hal - hal yang baru pula . seperti suasana baru, orang - orang baru, dan lainnya. dan salah satunya saat SAYA menginjakkan kaki ke PENS (politeknik elektronika negeri surabaya) saya menemukan keluarga baru di tempat tersebut terutama pada lingkup kecil yang akan selalu bersama dalam hal suka maupun duka selama 4th saya menempuh perjalanan mencaari ilmu dan jati diri saya di kampus ini,
dan inilah keluarga baru saya..



PARADIGMA ANTARA PERUBAHAN DAN TRADISI
TRADISI???Tradisi adalah sebuah kata yang sangat akrab terdengar dan terdapat di segala bidang. Tradisi menurut etimologi adalah kata yang mengacu pada adat atau kebiasaan yang turun temurun, atau peraturan yang dijalankan masyarakat.Secara langsung, bila adat atau tradisi disandingkan dengan stuktur masyarakat melahirkan makna kata kolot, kuno, murni tanpa pengaruh, atau sesuatu yang dipenuhi dengan sifat takliq.Tradisi merupakan sinonim dari kata budaya yang keduanya merupakan hasil karya. Tradisi adalah hasil karya masyarakat, begitupun dengan budaya. Keduanya saling mempengaruhi. Kedua kata ini merupakan personafikasi dari sebuah makna hukum tidak tertulis, dan hukum tak tertulis ini menjadi patokan norma dalam masyarakat yang dianggap baik dan benar.b3d8ab6d7fa2cca51ba2600622c8a5e5_kmbng-api
dan apakah hal tersebut dapat dikatakan sebuah tradisi yang memang harus ada dan harus dilaksanakan setiap malam takbiran? itu pertanyaan yang memang keluar dalam pikiranku sampai detik ini . terkadang aku merasa miris sekali dengan hal-hal tersebut dimana tradisi yang dirasa memang sudah menyimpang jauh tidak sesuai dengan kondisi saat ini. apakah harus tetap dipertahankan?? jika melihat dari maksut menyalakan petasan dan kembang api dan arak-arakan keliling untuk menunjukan rasa cinta terhadap SANG ILAHI kenapa sampai berlebiihan dan tidak sesuai aturanparadigma tersebut sangat lah pas dan sesuai dengan kenyataan tentang makna tradisi yang mana menimbulkan sebuah pertanyaan antara melakukan perubahan ataupun mempertahankan sebuah ttradisi???entah pertanyaan itu yang membuat saya bingung melihat kenyataan yang memang jelas terpampang didepan mata saya mengenai sebuah tradisi dimana tradisi tersebut adalah suatu karya yang sudah biasa dilakukan sehingga menimbulkan kesan harus dilakukan berlanjut dan turun-temurun. banyak sekali permasalahan anatara mempertahankan tradisi atau melangkah untuk sesuatu yang baru yang tidak pernah dilakukan atau dapat dikatakan berfikir diluar kebiasaan kita.untuk masalah tradisi dan sebuah perubahan saya sangat menyoroti sekali masalah malam idul fitri atau biasa yang disebut malam takbiran . dimana pada malam tersebut semua warga muslim bersuka cita untuk menyambut datangnya hari kemenangan setelah selama 30 hari berpuasa. dan perayaan tersebut diiringi dengan lantunan takbir yang berkumandang dari segala ppenjuru daerah , entah itu dari masjid, rumah atau bahkan stasiun televisi ataupun stasiun radio. tapi kemeriahantersebut tidak pernah luput dari hal yang namanya sebuah arak-arakan keliling kampung atau kota untuk membacakan takbir sehingga menciptakkan suasana yang sangan ramai dan terlihat bersemangat sekali dengan diiringi oleh suara khas dari petasan dan kembang api sebagai penghias langit pada malam tersebut. tapi bukankah anatara berkumandangnyya takbir yang menyerukan KEAGUNGAN ALLAH SWT, itu pantas dengan diiringi sebuah kericuhan atau kereasahan yang dirasakan sebagian orang mengenai arak-arakan yang terkadang membuat macet jalanan dan suara petasan yang memekikkan telinga dan membuat jantung kita berdetak kencang??01689312ead429a2ea427ab7d2915b77_kmbngcbd24e9db96c4a8b917f88ae18c0593a_pwai-tkbrn pada layaknya?5d49fa9e0d428980b22cf2c247be3c4c_pawaikita sebagai manusia yang bersifat dinamis seharusnya dapat berfikir mana yang memang dirasa cocok untuk dipertahankan dan mana yang memang cocok untuk dibenahi atau dirubah, serta dapat merealisasikan pemikiran tersebut. sehingga tidak terkesan hidup itu stagnan seperti itu-itu saja dari masa ke masa.
jadi setidaknya saya bangga dengan antusias dan rasa syukur kita semua terhadap datangnya hari kemenangan dan hari yang suci yaitu hari raya idul fitri dengan mengumandangkan dengan lantang takbir , tetapi saya tidak bangga sama sekali bahkan kecewa dengan tradisi pawai atau arak-arakan dan menyalakan petasan dan kembang api yang meresahkan sebagian orang.kita sebagai manusia yang bersifat dinamis seharusnya dapat berfikir mana yang memang dirasa cocok untuk dipertahankan dan mana yang memang cocok untuk dibenahi atau dirubah, serta dapat merealisasikan pemikiran tersebut. sehingga tidak terkesan hidup itu stagnan seperti itu-itu saja dari masa ke masa

aku....

alhamdulillah pada tanggal 28 oktober dimana pada tanggal yang sangat bersejarah bagi pergerakan pemuda INDONESIA kala itu aku dilahirkan. lebih tepatnya pada tgl 28 oktober 1993, aku dilahirkan dengan iringan adzan subuh yang saat itu bersamaan dengan tangisan pertama ku sebagai seorang bayi, dan dengan diiringi kebiasaan orang tua yang baru mendapatkan anak pertamanya akan sangat bahagia dan sangat menaruh harapan besar pada putra pertamanya itu. banyak segala angan - angan ayah dan ibu ku kepada ku kelak setelah aku menjadi dewasa. dengan harapan - harapan tersebut orang tuaku mulailah memberikanku identitas padaku agar dapat mencapai harapan dan tujuan yang diinginkan oleh orang tuaku tersebut. Dan disinilah dimulainya perjalananku sebagai anak yang bernama YASHIR MUHAMMAD ABROR .
orang tuaku tidak tanggung-tanggung memberikanku sebuah nama yang sangat indah dan berarti sangat dalam sekali . tapi dari namaku itu terselip nama seorang tokoh yang memang ibuku sangat ingin sekali kelak saat aku dewasa aku bisa menjadi seperti beliau, sosok tersebut adalah YASSER ARAFAT. seorang tokoh pemimpin yang sangat berpegang teguh pada agama islam. dan semoga harapan - harapan orang tuaku melalui nama ini bisa aku wujudkan.