Apa selanjutnya?
aku tak pernah merasakan se sesak ini, sehitam dan sepekat ini dalam benak.
banyak ide ide tetapi tak menenmukan jalan untuk menggapai..
aku tahu dan aku mau, tapi entah ..
seakan semesta membentukku untuk lebih berprikebadian yang kokoh dan tangguh.
bukan ku teralu percaya diri atau apa, aku hanya merasakan semua yang kualami semenjak dulu hingga kini berhikamah diakhir. yang terkadang aku sangat terlambat sekali menyadarinya.
aku rasa hidup tak melulu soa menjalankan kehidupan, tetapi bagaimana kita menyeimbangkan atara pengetahuan dan secara sains dengankepercayaan yang kita pegeng teguh,
sebaik apapun rencana dan juga pemikiran secara sistematis kita, kita akan selalu memberikan prosentase error entah 5 sampai dengan 10 % , meski kita tidak tahu itu apa..
entah dari faktor alam, faktor manusia, dan juga lainnya.
bukankah dengan demikian kita mengerti dan memahami bahwa ada yang menggerakkan dan mengatur segalanya?
lantas sampai kapan tidak menyadari bahwa TUHAN itu ada?
eksistensi TUHAN itu jeas dan gamblang.
dengan pemikiran semacam tersebut, aku mulai sadar bahwa diriku semakin menua. mulai dari meningkatnya kematangan dalam berfikir dan bertambahnya rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. entah aku yang menginginkan ataupun memang tidak secara langsung.
aku akan mulai menuis lagi mengeluarkan semua yang ada di pikiranku. agar aku pun tak tumpul dan semakin memaknai penghambaan ini.